InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan keselamatan lalu lintas melalui sinergi lintas sektor guna menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Palangka Raya.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menilai tantangan keselamatan transportasi di daerah semakin kompleks seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Menurutnya, keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan memerlukan kerja sama seluruh pihak.
“Peningkatan aktivitas transportasi harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang kuat. Keselamatan lalu lintas tidak boleh dipandang sebagai urusan sektoral semata, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian serius. Di Kalimantan Tengah sendiri tercatat lebih dari seribu kasus kecelakaan sepanjang tahun 2025 dengan korban meninggal dunia yang cukup tinggi.
Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan lalu lintas, mulai dari titik rawan kecelakaan, ruas jalan rusak, minim penerangan jalan, kendaraan bermuatan berlebih, hingga sistem penanganan pascakecelakaan.
“Sebagai provinsi terluas, masih banyak titik jalan nasional maupun daerah yang rawan kecelakaan. Keterbatasan anggaran dan pemangkasan transfer ke daerah turut menjadi tantangan dalam percepatan penanganan infrastruktur jalan,” katanya.
Menurut Agustiar, implementasi Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus terus diperkuat untuk mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Diperlukan sinergi nyata antara pemerintah daerah, kepolisian, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan tingginya angka kecelakaan lalu lintas membutuhkan langkah penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, keselamatan jalan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Kami ingin membangun sistem yang lebih terintegrasi, termasuk pemanfaatan teknologi menuju pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, berbagai pihak diharapkan dapat menyusun langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan jalan, memperkuat edukasi kepada masyarakat, memperbaiki infrastruktur pendukung, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengawasan lalu lintas.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan sistem transportasi yang aman, tertib, serta berkeselamatan bagi seluruh masyarakat

