InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Kodam XXII/Tambun Bungai bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluruskan polemik terkait status lahan pembangunan Yonif TP 923/Mentaya yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Pertemuan klarifikasi tersebut digelar di Ruang Pertemuan Kodam XXII/TB, Senin (25/5/2026), dan dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin, jajaran Pemkab Kotim, aparat keamanan, serta insan pers.
Dalam keterangannya, Pangdam menegaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan Yonif TP 923/Mentaya merupakan aset sah milik TNI dan berbeda dengan objek sengketa yang saat ini masih berproses di pengadilan.
“Perlu kami luruskan bahwa lokasi tanah yang dipermasalahkan berbeda arah dan koordinatnya. Lahan sengketa berada di luar area yang saat ini digunakan Kodim untuk pembangunan Yonif TP 923/Mentaya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemberitaan yang objektif agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut Pangdam, kehadiran Kodam di Kalimantan Tengah tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Kotim Waren menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pengecekan administrasi dan verifikasi lapangan terkait legalitas lahan tersebut.
“Kami memastikan lahan tersebut memiliki Surat Pernyataan Tanah (SPT) yang sah dan telah teregistrasi secara administratif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Kotim tetap menghormati proses hukum yang berjalan dan terus mengawal mediasi guna menjaga situasi tetap kondusif.
Yonif TP 923/Mentaya sendiri dibangun di atas lahan sekitar 75 hektare di wilayah Kotim. Selain memperkuat pertahanan negara, keberadaan batalyon ini juga diharapkan mendukung pembangunan wilayah melalui konsep Batalyon Teritorial Pembangunan yang bergerak di bidang pertanian, kesehatan, konstruksi, hingga penanggulangan bencana.
Ketua PWI Kalimantan Tengah Zainal juga mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang berimbang kepada masyarakat dan meminta semua pihak tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Melalui pertemuan ini, seluruh pihak berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan tersebut secara bijak dan tetap mendukung pembangunan strategis Yonif TP 923/Mentaya demi kemajuan daerah dan penguatan pertahanan wilayah.

