InfoPBUN, NANGA BULIK – Desa Penyombaan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, kembali menjadi sorotan melalui penyelenggaraan Delang Hili Lanting Ecofest 2025 pada Jumat–Sabtu (28–29/11). Festival ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mulai dikenal hingga tingkat internasional dengan hadirnya para wisatawan mancanegara.
Festival tahunan tersebut menggabungkan daya tarik wisata sungai, budaya Dayak, serta edukasi lingkungan yang dikembangkan dalam konsep ekowisata. Pengunjung dapat menikmati pengalaman menyusuri Sungai Delang, mencicipi kuliner tradisional, hingga menyaksikan pertunjukan budaya masyarakat setempat.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, bersama Wakil Bupati H. Abdul Hamid, turut hadir pada acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal dan pengembangan pariwisata daerah. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya menjaga warisan tradisi agar tetap dikenal generasi muda sekaligus menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
“Kegiatan pelestarian budaya ini akan kita agendakan setiap tahun agar seni budaya kita tetap terjaga kelestariannya,” ujar Bupati.
Suasana festival berlangsung meriah dan penuh antusias. Ribuan pengunjung datang dari berbagai daerah, termasuk wisatawan internasional yang penasaran dengan tradisi Dayak serta suasana alam Kalimantan yang masih alami. Mereka ikut menikmati kegiatan budaya, berinteraksi dengan masyarakat adat, hingga berkemah di tepi sungai.
Salah satu wisatawan asal Amerika Serikat, Ryan, mengaku terkesan dengan pengalaman berada di Desa Penyombaan.
“Kami sangat terkesan dengan penyambutan masyarakat di sini. Menyusuri sungai yang indah, menikmati pemandangan, dan ikut menari bersama masyarakat adalah pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Berkemah di tepi sungai juga sangat luar biasa,” ujarnya dengan penuh antusias.
Selain pertunjukan seni dan wisata sungai, festival ini juga menghadirkan edukasi lingkungan, ekowisata, serta kerajinan tradisional yang menambah wawasan pengunjung mengenai kehidupan masyarakat Delang yang erat dengan alam.
Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, Delang Hili Lanting Ecofest diharapkan semakin memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak, sekaligus menjadikan Lamandau sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Tengah yang mendunia.
