InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, kembali mengusulkan pembenahan 37 jembatan yang rusak akibat bencana banjir. Usulan itu rencananya akan disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sekretaris BPBD Kobar, Renelli, mengungkapkan banjir besar yang terjadi pada tahun 2020 lalu, banyak menimbulkan kerusakan terhadap akses transportasi masyarakat, tak terkecuali jembatan. Selain disebabkan bencana, kerusakan jembatan tersebut terjadi karena faktor usia bangunan yang sudah uzur.
“Kami rencananya akan mengusulkan pembenahan 37 jembatan ke BNPB untuk tahun 2024. Usulan akan dimasukkan pertengahan tahun ini. Kami berharap BNPB dapat kembali memberikan bantuan untuk memperbaiki jembatan yang rusak ini,” ujar Renelli.
Lebih lanjut kata Renelli, perbaikan jembatan tersebut memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu yang tidak sebentar. Ia berharap kolaborasi yang dilakukan Pemkab Kobar melalui BPBD dan PUPR semakin mempercepat peningkatan infrastruktur ke tiap-tiap kecamatan.
Adapun ke-37 jembatan yang diusulkan itu meliputi, 14 jembatan di Kecamatan Arut Selatan, 5 jembatan di Kecamatan Kumai, 6 jembatan di Kotawaringin Lama, 6 jembatan di Pangkalan Banteng, dan 6 jembatan di wilayah Arut Utara. Jembatan tersebut rata-rata merupakan akses utama masyarakat.
Diharapkan dengan adanya usulan ini, perbaikan jembatan dapat segera dilakukan dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan atau bencana yang membahayakan warga dan pengendara yang melintas, serta menunjang akses perekonomian antar wilayah di Kobar.
“Kami terus koordinasi dengan BNPB pusat. Sejauh ini responnya sangat bagus. Semoga tahun 2024 nanti bisa terealisasi. Untuk tahun ini (2023) dari BNPB, kita dapat rekontruksi 11 jembatan. Target kita Oktober selesai. Makanya kita percepat awal tahun antisipasi banjir terjadi lagi,” tukasnya.
