InfoPBUN, PANGKALAN BUN – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini disampaikan menyusul adanya peningkatan permintaan BBM serta keterlambatan suplai akibat faktor cuaca beberapa hari terakhir.
Sales Branch Manager Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Joseph Farel, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi BBM terjadi karena adanya rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Kondisi meningkatnya demand BBM di wilayah Pangkalan Bun terjadi seiring pelaksanaan berbagai kegiatan HUT Kotawaringin Barat. Selain itu, distribusi sempat terhambat karena faktor cuaca yang memengaruhi jadwal kapal pengangkut BBM,” jelas Joseph Farel, Selasa (7/10).
Sebagai langkah antisipasi dan pemulihan distribusi, Pertamina telah melakukan sejumlah upaya untuk memastikan stok BBM di SPBU tetap terjaga.
Joseph menyebutkan, mulai 1 Oktober 2025, Pertamina melakukan alih suplai ke Integrated Terminal (IT) Sampit guna memperlancar distribusi ke wilayah Pangkalan Bun.
“Kapal dengan muatan 1.500 kiloliter Pertamax telah tiba di Fuel Terminal (FT) Pangkalan Bun dan mulai didistribusikan siang ini. Sementara kapal dengan muatan 2.000 kiloliter Pertalite diperkirakan tiba besok pagi,” ungkapnya.
Selain itu, Pertamina juga menambah jam operasional di FT Pangkalan Bun agar proses penyaluran ke SPBU berjalan lebih maksimal.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi stok di seluruh SPBU di wilayah Kotawaringin Barat.
“Kami memastikan stok BBM akan kembali stabil. Pertamina berkomitmen untuk menjaga keandalan suplai energi bagi masyarakat, terutama pada momen kegiatan besar seperti HUT Kotawaringin Barat dan konser Dewa 19 kemarin,” tutup Joseph.
