InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Sebanyak 85 jemaah haji plus yang tergabung dalam rombongan PT Najah Hurrahman telah tiba kembali di tanah air, tepatnya di Pangkalan Bun, dalam keadaan sehat wal afiat. Mereka mendarat dengan selamat menggunakan pesawat Nam Air melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada Kamis (12/6) sekitar pukul 07.15 WIB.
Semula jumlah jemaah yang diberangkatkan sebanyak 87 orang. Namun, takdir Allah SWT berkata lain. Dua orang jemaah wafat dalam perjalanan ibadah ini. Satu jemaah wafat di Tanah Suci Mekkah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, dan dimakamkan di sana. Sementara satu jemaah lainnya mengalami gagal nafas menjelang pendaratan di Jakarta dan telah dipulangkan ke kampung halamannya di Pekanbaru sesuai permintaan keluarga.
Direktur PT Najah Hurrahman, H. Muhammad Rakhman Ebol, menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dari 87 jemaah yang kami bawa, dua orang telah lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT. Satu meninggal dunia sembilan jam sebelum penerbangan ke Indonesia dan dimakamkan di Mekkah. Satu lagi wafat karena gagal napas sekitar 30 menit sebelum mendarat di Jakarta. Kami telah memulangkan jenazah ke Pekanbaru dengan baik,” ungkapnya dengan haru.
Meski demikian, H. Rakhman bersyukur atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah tahun ini.
“Bagi saya, perjalanan ini sangat lancar dan nyaris tanpa hambatan berarti. Pemerintah Arab Saudi tampaknya memberi penghormatan yang tinggi kepada jemaah haji tahun ini. Semua pelayanan tertata rapi dan sangat manusiawi, menjadikan ibadah terasa lebih nyaman dan khusyuk,” jelasnya.
Menurutnya, tahun ini jumlah jemaah haji resmi menurun drastis menjadi sekitar 1,3 juta dari yang biasanya mencapai 2 juta.
“Penurunan ini berdampak positif, terutama karena tidak adanya jemaah ilegal yang biasanya memadati tempat-tempat suci. Masjid-masjid menjadi lebih lapang, dan seluruh fasilitas benar-benar dimanfaatkan oleh jemaah resmi. Setiap sudut dijaga dan diperiksa, bahkan penduduk lokal pun membatasi aktivitas luar rumah, demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
H. Rakhman juga menceritakan perubahan signifikan dalam sistem transportasi dan pelaksanaan ibadah.
“Jika dulu perjalanan dari hotel ke Arafah bisa memakan waktu hingga enam jam, kini kurang dari satu jam sudah sampai. Perjalanan dari masjid ke hotel pun yang dulu memakan waktu 3–4 jam, sekarang bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Tawaf ifadah yang biasanya bisa berlangsung hingga empat jam, kini cukup 30 menit. Semua terasa lebih teratur dan kondusif, sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk dan tertib,” ujarnya penuh syukur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat, H. Taufiq Alamsyah, turut menyampaikan apresiasi kepada PT Najah Hurrahman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Najah Hurrahman yang telah dengan baik memulangkan seluruh jemaah ke kampung halaman masing-masing. Dari 87 jemaah, dua di antaranya telah dipanggil Allah SWT, semoga mereka husnul khatimah. Sementara 85 jemaah lainnya alhamdulillah kembali dengan selamat dan dalam keadaan sehat. Semoga semuanya menjadi haji yang mabrur dan diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya.

