InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Jerry Borneo Putra, Jemmy Adriyanor Rasyid dan Monica Putri Rasyid merupakan 3 nama yang kini menjadi andalan pengusaha nasional asal Kalimantan Tengah H Abdul Rasyid dalam mengembangkan usahanya.
Bersama para profesional lainnya, mereka dinilai lebih luwes, dan kredibel dalam mengendalikan bisnis yang dirintis H Abdul Rasyid. Tidak fokus di industri sawit, bisnis CBI dan PT SMSS Tbk Group juga bergerak di berbagai bidang.
““Tidak mudah melahirkan putra-putri, atau generasi kedua, apalagi yang ketiga (cucu) untuk meneruskan kerajaan bisnis rintisan orang tua, yang didirikan, dan dibangun dengan susah payah,” kata Hamdhani, Kadin Indonesia Wilayah Kalteng, Selasa (10/10/2023).
Maka tak berlebihan jika menyebut CBI dan PT SSMS Tbk Group menjadi salah satu perusahaan yang menjadi motor penggerak ekonomi Kalteng. Pasalnya, sekitar 30 ribu orang bekerja di perusahaan yang dirintis H Abdul Rasyid.
Terbaru, kelompok usahanya serius memasuki bidang hilirisasi industri kelapa sawit melalui PT Citra Borneo Utama (CBU) yang IPO pada tahun 2022 lalu dan sektor properti lewat pembangunan Rasyid Tower dan Mercure Hotel belum lama ini.
Hilirisasi CPO yang dibangunnya, memungkinkan Abdul Rasyid mengolah CPO menjadi berbagai produk bernilai ekspor untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar Asia, Eropa dan Timur Tengah.
“Semoga anak-anak beliau, bersama para profesional yang mengelola jaringan usahanya, terus berkembang, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi, dan sumbangan pajaknya juga tambah besar,” tegas Hamdhani, mantan anggota Komisi IV, dan VI DPR RI (2014-2019).
H Abdul Rasyid Menjadi Pembayar Pajak Paling Aktif dan Terbesar di Kalteng
Seluruh entitas bisnis di bawah CBI Group dan SSMS termasuk dalam kategori wajib pajak yang patuh. Dalam CBI Group dan SSMS Group terdapat sedikitnya 27 entitas wajib pajak badan usaha, serta wajib pajak lawan transaksi CBI dan SSMS Group sekitar 1.000 wajib pajak baik orang pribadi maupun badan.
Di luar itu, wajib pajak pribadi yang merupakan karyawan di lingkungan CBI dan SSMS Grup yang berjumlah sekitar puluhan ribu orang. Mereka juga rutin membayarkan pajaknya di Kalimantan Tengah.
Tidak heran kalau Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan mencatat sang owner CBI Group dan SSMS, Haji Abdul Rasyid AS sebagai pembayar pajak terbesar dan yang paling aktif di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalselteng, Tarmizi menyerahkan penghargaan itu di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kamis malam, 14 September 2023 malam dalam sebuah acara yang digelar santai tetapi penuh keakraban.
Penghargaan tersebut diberikan pada H. Abdul Rasyid AS atas kepatuhannya menunaikan kewajibanya untuk membayar pajak seluruh unit usaha yang tergabung dalam CBI Group serta pajak pribadi. Penghargaan seperti itu sudah kesekian kalinya DJP berikan, sejak bertahun-tahun lalu.
“Namun dalam setiap penyerahan penghargaan, kebetulan beliau tidak hadir sehingga diwakili oleh pihak manajemen. Alhamdulillah pada penyerahan penghargaan tahun ini, kami bisa menyerahkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kami atas aktif dan taatnya beliau untuk membayarkan pajak,” kata Tarmizi.
Terkait hal tersebur, Hamdhani menilai apa yang sudah dilakukan Abdul Rasyid itu patut diapresiasi. Karena itu berarti sumbangannya bagi negeri ini, terutama dalam pembangunan daerah, termasuk SDM daerah, akan terus mengalir.
Mantan Senator asal Kalteng ini, berharap lahir lebih banyak Haji Abdul Rasyid, atau enterprenuer yang ikhlam membangun daerah.
“Harapan kami semakin banyak H Abdul Rasyid baru di Kalimantan Tengah,” harapnya.

