
InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Bayu Wicaksono menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada keluarga yang memiliki anak penderita stunting di Kelurahan Baru Pangkalan Bun, Jumat (3/2/2023).
Dalam kegiatan ini nampak hadir pula Kapolsek Arut Selatan (Arsel) Kompol I Gede Suastika, Lurah Baru Yuningtyas Pratiwi, petugas posyandu, babinsa dan bhabinkamtibmas setempat.
Kapolres Kobar menjelaskan bahwa kegiatan distribusi banguan sosial ini dilaksanakan guna mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan stunting dan gizi buruk di Bumi Marunting Batu Aji.
“Sudah kita intruksikan kepada Kapolsek maupun Bhabinkamtibmas untuk mendukung program peduli stunting. Kita dibantu tim kesehatan, desa dan kelurahan melakukan identifikasi anak-anak yang mengalami stunting,” kata dia.
Di samping melakukan identifikasi, AKBP Bayu Wicaksono memerintahkan jajarannya agar ikut membantu dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan anak-anak yang mengalami stunting di Kobar
“Alhamdulillah pagi hari ini kita langsung datang ke sasaran. Sebelum-sebelumnya juga sudah kita lakukan. Kebetulan Pak Kapolsek melaporkan ada anak yang tumbuh kembangnya masih di bawah standar,” tutur Kapolres.
Selain sembako, balita penderita stunting di tempat ini juga diberikan vitamin dan susu dengan harapan tumbuh kembang anak bisa berangsur-angsur kembali normal seperti anak lainnya.
Kapolres menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi petugas penyeban stunting dikarenakan pada saat masa kehamilan sang ibu mengalami kekurangan nutrisi dan gizi seimbang.
“Pada saat usia kandungan ibu kekurangan asupan gizi sehingga pada saat lahir pertumbuhan anak mengalami gangguan dan tidak diantisipasi,” sambung Bayu Wicaksono.
Di tempat yang sama, Kapolsek Arsel I Gede Suastika menambahkan upaya peduli stunting akan terus dilakukan, mengingat di wilayahnya masih banyak anak yang menderita stunting.
Selain menyasar keluarga penderita stunting di perkotaan, pihaknya juga memberikan perhatian lebih kepada balita penderita stunting yang ada di daerah terpencil.
“Kita selalu koordinasi dengan lurah, puskesmas dan kepala desa untuk penanganan ini. Karena wilayah Arsel paling banyak terutama di Desa Runtu, Desa Kenambui, Umpang dan Rangda,” imbuh dia.