InfoPBUN, PALANGKA RAYA — Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed, meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah cepat dan tegas untuk melindungi peserta didik dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.
dr. Erni meminta sekolah dapat diliburkan sementara apabila kondisi kabut asap sudah sangat tebal, kualitas udara memburuk, dan situasi dinyatakan darurat, khususnya jika kondisi tersebut berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.
“Kalau kondisi asap sudah tebal dan situasinya darurat, saya meminta Dinas Pendidikan jangan ragu untuk meliburkan sekolah sementara. Keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama,” tegas dr. Erni.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan lebih ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. Aktivitas belajar di sekolah maupun perjalanan menuju sekolah dapat menjadi risiko apabila paparan asap sudah berada pada kondisi yang tidak aman.
dr. Erni menegaskan, meliburkan sekolah bukan berarti menghentikan proses pendidikan, melainkan merupakan langkah perlindungan sementara untuk memastikan peserta didik tetap aman hingga kondisi udara kembali memungkinkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah.
Ia juga mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah melakukan koordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan, BMKG, BPBD, serta pihak terkait dalam memantau perkembangan kualitas udara dan menentukan langkah berdasarkan kondisi di lapangan.
“Keputusan harus berbasis data dan kondisi riil. Jika kualitas udara sudah membahayakan, jangan sampai anak-anak tetap dipaksa bersekolah. Kita harus mengutamakan keselamatan mereka,” ujarnya.
Selain opsi meliburkan sekolah dalam kondisi darurat, dr. Erni mendorong sekolah memperkuat langkah perlindungan, seperti mengurangi kegiatan luar ruangan, memastikan ruang kelas memiliki sirkulasi dan perlindungan yang memadai, serta mengingatkan orang tua agar membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kabut asap sedang pekat.
Sebagai anggota DPD RI yang mewakili masyarakat Kalimantan Tengah, dr. Erni menilai penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan dan kebencanaan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan aman.
“Jangan sampai kita mengejar kehadiran di sekolah, tetapi mengorbankan kesehatan anak-anak. Pendidikan penting, tetapi kesehatan dan keselamatan mereka adalah yang utama,” pungkas dr. Erni.

