InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023 resmi dibuka. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, prestasi, sekaligus membentuk karakter melalui olahraga.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM), Suhaemi, mewakili Gubernur Kalteng membuka secara resmi kegiatan tersebut, Senin malam (7/8/2023), di AZ Mini Soccer Palangka Raya. Kegiatan diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng melalui Bidang Pembinaan SMA.
Saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng, Suhaemi mengatakan, O2SN dan GSI merupakan momentum penting dan strategis dalam menunjang pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah yang makin BERKAH.
“Ini luar biasa, mudah-mudahan ini bisa setiap tahun dilaksanakan dan ditingkatkan lagi,” ucap Suhaemi.
Ia menyebutkan, kegiatan olahraga pelajar juga sejalan dengan upaya membentuk Profil Pelajar Pancasila sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020. Profil tersebut mencakup enam karakter utama, yakni beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
“Saya mengimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalteng agar selalu membuat kegiatan yang sifatnya melakukan terobosan dan ide-ide positif sebagai upaya untuk pengembangan prestasi dan karakter peserta didik dalam rangka meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan kepribadian yang bermoral dan religius,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Eka Aprilianty menyampaikan, kegiatan O2SN dan GSI berlangsung pada 7-9 Agustus 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 714 orang yang berasal dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang menemukan bibit-bibit atlet muda potensial sekaligus memperkuat karakter pelajar.
“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terpilihnya pemain muda yang memiliki bakat dan prestasi dalam bidang olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional sebagai upaya mengembangkan bakat dan minat peserta didik yang berbasis penguatan karakter,” pungkas Eka.
