InfoPBUN, SUKAMARA – Bupati Sukamara Masduki menyebut antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sukamara bukan disebabkan kekurangan pasokan. Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipicu oleh adanya oknum yang menjual BBM ke luar daerah. Hal itu disampaikan Masduki kepada wartawan usai audiensi bersama kepala desa, lurah, penjabat kepala desa, APDESI, dan jajaran perangkat daerah di RM Pelangi 1, Kamis (6/8/2026) malam.
Masduki menjelaskan, berdasarkan data yang diterima Pemerintah Kabupaten Sukamara, pasokan BBM dari Pertamina justru mengalami penambahan dibandingkan kondisi normal. Bahkan, suplai yang diterima Sukamara disebut lebih banyak dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sebetulnya SPBU di tempat kita ini stoknya melimpah. Saya bilang melimpah itu secara kuantitas, bahkan lebih banyak disuplai dari saat-saat normal,” ujar Masduki.
Ia menduga tingginya harga BBM di daerah tetangga, khususnya di Kalimantan Barat, menjadi salah satu penyebab sebagian orang menjual kembali BBM yang dibeli di Sukamara ke luar daerah. Akibatnya, berapa pun tambahan pasokan yang dikirim ke Sukamara tetap cepat habis karena tidak seluruhnya digunakan oleh masyarakat setempat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara telah mengambil sejumlah langkah, di antaranya memperpanjang pelayanan SPBU hingga 24 jam, menambah petugas pelayanan, serta melakukan penertiban di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur penjualan BBM keluar daerah.
Masduki mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi maupun menjualnya kembali demi keuntungan pribadi. Menurutnya, BBM bersubsidi harus digunakan sesuai peruntukannya sehingga kebutuhan masyarakat Sukamara tetap terpenuhi dan kondisi distribusi semakin membaik.

