InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri memberikan pembekalan kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah itu dilaksanakan secara tatap muka dan virtual melalui Zoom, dengan mengangkat tema “Bahayanya Penyebaran Paham Radikal dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) melalui Media Sosial”.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman mengenai bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus membekali peserta didik baru agar lebih bijak dalam menggunakan media digital.
Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri, Iptu Ganjar Satriyono, mengatakan edukasi sejak dini penting agar pelajar memiliki pemahaman yang benar mengenai ancaman radikalisme.
“Pelajar perlu memahami bagaimana mengenali paham radikal sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, media sosial dan permainan daring menjadi salah satu sarana yang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham kekerasan kepada generasi muda. Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi bekal penting bagi para pelajar.
“Gunakan media sosial dengan bijak dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika menemukan konten yang mencurigakan, segera laporkan kepada guru atau orang tua,” katanya.
Dalam pembekalan tersebut, peserta juga diajak memperkuat komitmen terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar menjaga persatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik baru SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) se-Kalimantan Tengah memiliki daya tangkal terhadap penyebaran paham radikal, mampu memanfaatkan teknologi secara positif, serta menjadi generasi yang berkarakter dan cinta tanah air.

