Dari Balik Seragam dan jabatan yang kini disandangnya, tersimpan perjalanan panjang seorang anak daerah yang tumbuh bersama proses. Rangga Lesmana tidak tiba di titik ini dalam semalam.
Joko Hardyono, Palangka Raya
Dalam dunia birokrasi, tidak semua perjalanan dimulai dari ruang rapat yang megah atau kursi jabatan yang tinggi. Sebagian justru ditempa dari lorong-lorong pelayanan publik, dari meja sederhana tempat keluhan warga didengar, hingga jalan panjang pengabdian yang penuh tantangan. Jejak itulah yang tergambar dalam perjalanan karier Rangga Lesmana.
Birokrat muda kelahiran Sukamara, 22 Maret 1991 tersebut kembali mendapat kepercayaan besar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (25/6/2026).
Penugasan terbaru ini menambah daftar amanah yang dipercayakan kepada Rangga. Sebulan sebelumnya, tepat pada 26 Mei 2026, ia baru saja dilantik sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Bagi sebagian orang, perjalanan tersebut mungkin terlihat cepat. Namun di baliknya, terdapat proses panjang yang ditempuh setapak demi setapak.
Karier Rangga ibarat aliran sungai yang mengalir dari hulu yang tenang sebelum akhirnya bermuara di peran-peran strategis pemerintahan. Ia mengawali pengabdiannya dari posisi yang dekat dengan masyarakat. Mulai dari bagian protokol, kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Lurah Mendawai, Lurah Raja, hingga Sekretaris Camat Arut Selatan di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Di tingkat inilah ia belajar memahami denyut kehidupan masyarakat secara langsung. Setiap persoalan warga, setiap kebutuhan pelayanan, hingga berbagai tantangan pembangunan menjadi bekal berharga yang membentuk cara pandangnya sebagai seorang aparatur negara.
Nama Rangga mulai mendapat perhatian lebih luas pada tahun 2020 saat dirinya dinobatkan sebagai Lurah Terinovatif Kabupaten Kotawaringin Barat. Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa kerja birokrasi tidak hanya soal administrasi, tetapi juga tentang menghadirkan gagasan dan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Sejak saat itu, langkah kariernya terus bergerak naik. Pada tahun 2024, ia dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah. Amanah tersebut menjadi pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar di tingkat provinsi.
Kepercayaan demi kepercayaan kemudian berdatangan. Rangga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng. Tak lama berselang, ia kembali dipercaya memimpin Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng sebagai pelaksana tugas.
Penugasan di berbagai organisasi perangkat daerah itu menunjukkan kemampuannya beradaptasi dalam bidang yang berbeda-beda. Dari urusan perdagangan, industri, komunikasi publik, hingga kini investasi dan pelayanan perizinan, semuanya membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda namun tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Di usianya yang masih relatif muda, Rangga kini berada di persimpangan penting dalam perjalanan pengabdiannya. Sebagai Kepala Biro Umum Setda Kalteng sekaligus Plt Kepala DPMPTSP Kalteng, ia memikul tanggung jawab yang tidak ringan. DPMPTSP merupakan salah satu wajah pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan dunia usaha dan investasi, sektor yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Bagi Rangga, jabatan bukanlah garis akhir perjalanan. Sebaliknya, jabatan adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Ini kepercayaan yang diberikan Gubernur Kalteng, tentu saja ini akan memacu untuk bekerja jauh lebih baik untuk Kalteng,” ujarnya usai pelantikan.
Ia juga menegaskan bahwa setiap capaian yang diraih tidak terlepas dari doa kedua orang tua serta dukungan sang istri, Riski Gamarani, yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Agustiar.
Perjalanan Rangga Lesmana menjadi gambaran bahwa pohon yang kokoh tidak tumbuh dalam semalam. Ia berakar dari pengalaman, tumbuh melalui proses, dan menguat karena konsistensi. Dari ruang pelayanan kelurahan hingga ruang-ruang pengambilan keputusan di tingkat provinsi, perjalanan itu menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi masih menjadi mata uang yang berlaku dalam birokrasi.
Bagi banyak generasi muda di Kalimantan Tengah, kisah Rangga menjadi pesan sederhana bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Terkadang, langkah kecil yang dijalani dengan sungguh-sungguh justru menjadi jalan menuju amanah yang lebih tinggi.

