InfoPBUN, PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Seorang siswa asal Kabupaten Kapuas yang viral di media sosial karena terancam tidak bisa melanjutkan sekolah akibat keterbatasan ekonomi kini mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang anak yang tinggal di Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Dalam video tersebut disebutkan bahwa siswa yang memiliki nilai kelulusan SMP 80,5 itu harus bekerja serabutan untuk membantu kebutuhan keluarga sekaligus mengumpulkan biaya agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penelusuran dan memastikan kondisi siswa tersebut.
“Kami tidak ingin ada anak di Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Begitu mendapatkan informasi, kami langsung bergerak untuk memastikan kondisi yang bersangkutan dan mencarikan solusi terbaik,” ujar Reza.
Tak berselang lama setelah video tersebut viral, tim Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah turun langsung ke Kabupaten Kapuas untuk menemui siswa tersebut beserta keluarganya.
Dari hasil pendampingan yang dilakukan, Disdik Kalteng kemudian membantu proses pendaftaran siswa tersebut ke SMK Negeri 3 Kuala Kapuas yang memiliki fasilitas asrama dengan jurusan Pertanian dan Perkebunan.
Menurut Reza, fasilitas asrama yang tersedia di sekolah tersebut diharapkan dapat membantu siswa untuk tetap fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan tempat tinggal maupun biaya pendukung lainnya.
“Kami sudah menyiapkan akses pendidikan bagi yang bersangkutan di SMK Negeri 3 Kuala Kapuas. Dengan adanya fasilitas asrama, kami berharap ia dapat belajar dengan tenang dan menyelesaikan pendidikan hingga lulus,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak daerah, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun wilayah dengan keterbatasan akses.
“Kami terus berupaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus dijaga bersama,” tambahnya.
Langkah cepat yang dilakukan Disdik Kalteng mendapat apresiasi dari masyarakat dan warganet. Banyak pihak menilai respons tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu menyelesaikan persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat.
Kisah yang awalnya viral karena keterbatasan ekonomi itu pun kini berubah menjadi harapan baru bagi seorang anak yang memiliki semangat tinggi untuk terus belajar dan meraih cita-citanya melalui pendidikan.

