InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Kasus kecelakaan lalu lintas di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Sepanjang 7 bulan terakhir tercatat sebanyak 43 kejadian dan beberapa kasus di antaranya berujung maut.
Berdasarkan data Satlantas Polres Kobar, dari 43 kecelakaan tersebut, tercatat 19 korban di antaranya meninggal dunia dan 36 lainnya mengalami luka ringan. Akibatnya, total korban kecelakaan saat ini semakin bertambah menjadi 55 orang.
Kasatlantas Polres Kobar AKP Bayu Caesaria melalui Penyidik Gakkum Satlantas Polres Kobar Aiptu Hengky Setiawan mengungkapkan penyebab kecelakaan selama ini ditengarai beberapa faktor, namun mayoritas disebabkan adanya kelalaian.
“Total kecelakaan dari Januari sampai Juli 2023 di Kobar sebanyak 43 kasus. 19 orang meninggal dunia, luka berat nihil dan 36 luka ringan. Ini perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat dan pengguna kendaraan bermotor,” ungkap Aiptu Hengky.
“Kejadian di wilayah kita kebanyakan terjadi karena faktor manusia atau human error. Banyak kejadian karena kurang konsentrasinya saat mengemudi kendaraan akhirnya terjadi tabrakan,” sambungnya.
Disampaikan Hengky, kasus kecelakaan maut terbaru terjadi di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng. Truk Tangki yang dikemudikan sopir Kristoper Abimanyu (19) menabrak pejalan kaki dan seorang pembeli martabak di Jalan Ahmadi Yani Km 63 pada Jumat (8/7) kemarin.
Penyebabnya, sang sopir tangki belum terlalu menguasai kendaraan yang dibawanya lantaran baru selesai belajar dan bukan sopir truk yang sebenarnya. Ia panik dan membuat truk hilang kendali seketika menabrak sebuah warung di TKP.
“Hilang kendali menabrak pejalan kaki Pendi Kristanto (35) dan Saiful Rohman (41) yang berdiri di pinggir jalan dan menabrak warung kelontong sembako yang berada di bahu jalan sebelah kiri”
“Atas kejadian tersebut, pejalan kaki Pendi Kristianto mengalami luka memar di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat, serta pejalan kaki Saiful Rohman mengalami luka memar di kepala dan pendarahan di hidung,” imbuh Hengky.
Selanjutnya para korban mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Khusus untuk korban meninggal dunia akan dibawa ke kampung halamannya. Pendi Kristianto merupakan warga Pemalang Jawa Tengah.
“Khusus warga masyarakat yang melintas di Kecamatan Pangkalan Banteng pada saat berkendara supaya tidak melawan arus,” pungkasnya.
