InfoPbun, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026 melalui kick off meeting yang digelar di Aula Bapperida, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pembangunan sektor sanitasi, khususnya pengelolaan air limbah domestik dan persampahan.
Melalui arahan Pj. Sekda Kalteng Linae Victoria Aden yang dibacakan Yohanna Endang, ditegaskan bahwa program ini penting untuk mendukung target pembangunan nasional dan daerah, termasuk RPJMN dan RPJMD 2025–2029.
Pemprov Kalteng menekankan bahwa pembangunan sanitasi kini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada layanan yang aman dan berkelanjutan.
Selain itu, sektor sanitasi juga berperan penting dalam peningkatan standar pelayanan minimum serta percepatan penurunan stunting.
Di bidang persampahan, pemerintah mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumber dan optimalisasi TPST, tanpa pembangunan TPA baru.
Dalam target daerah, akses sanitasi aman rumah tangga ditargetkan terus meningkat, begitu juga dengan layanan dan pengolahan sampah hingga tahun 2027.
Pemprov Kalteng juga menekankan pentingnya komitmen daerah dalam kesiapan anggaran, kelembagaan, serta sumber daya manusia.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.
Melalui program PPSP 2026, diharapkan pembangunan sanitasi di Kalteng semakin terarah, terintegrasi, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

