InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran menunjukkan keseriusannya menghadirkan Sekolah Unggul Garuda di Bumi Tambun Bungai. Hal ini ditegaskan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo saat mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie meninjau lokasi calon pembangunan sekolah tersebut di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (14/2/2026).
Reza menyampaikan kehadirannya merupakan mandat langsung Gubernur untuk memastikan kesiapan lahan yang akan dijadikan lokasi sekolah unggulan itu. Lahan yang ditinjau saat ini dalam proses hibah dari kepemilikan pribadi kepada Pemprov Kalteng, dan selanjutnya direncanakan dihibahkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi untuk pembangunan.
“Tanah ini sudah disiapkan dan sedang dalam proses hibah. Harapannya dapat segera digunakan untuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda,” ujarnya.
Ia menilai lokasi tersebut sangat strategis, baik dari sisi akses maupun stabilitas wilayah. Dukungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk komitmen bupati setempat, turut memperkuat optimisme terwujudnya sekolah ini di Kalteng.
Keunggulan lain adalah kedekatan dengan Taman Nasional Tanjung Puting, kawasan konservasi yang telah dikenal dunia. Keberadaan taman nasional itu diyakini memberi efek berganda bagi pendidikan, penelitian, hingga penguatan citra daerah di tingkat internasional.
Sementara itu, Stella Christie menjelaskan Sekolah Garuda merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pendidikan yang adil sekaligus kompetitif. Ia membedakan Sekolah Garuda dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
“Sekolah Garuda disiapkan untuk mengakomodasi anak-anak berprestasi, seperti atlet yang mendapat pelatihan khusus agar meraih medali emas,” jelasnya.
Ia menegaskan program revitalisasi sekolah rusak tetap menjadi prioritas nasional dengan anggaran jauh lebih besar dibanding pembangunan Sekolah Garuda. Pemerintah juga mendorong pemerataan kualitas pembelajaran melalui digitalisasi, termasuk penggunaan smart board agar materi dari guru terbaik dapat diakses siswa di seluruh Indonesia.
Hingga 2029, Sekolah Garuda direncanakan dibangun sebanyak 20 unit di Indonesia. Penentuan lokasi mempertimbangkan akses, potensi daerah, serta kekhususan wilayah. Kedekatan dengan Taman Nasional Tanjung Puting dinilai menjadi daya tarik tersendiri, namun pembangunan tetap harus menjaga kelestarian lingkungan.
“Yang paling penting, alamnya tetap terjaga,” pungkas Stella.

