InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Mayjen TNI (Purn.) DR. Ronny Asnawi Asri resmi menjabat sebagai Regional Head Agrinas Palma Nusantara Wilayah 2 Kalimantan Tengah (Kalteng), ditandai dengan penandatanganan serah terima jabatan di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Jumat malam (30/1/2026).
Sebelumnya, Regional Head Kalteng 2 dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn.) Rudy Prasemilsa Mahks dan akan melanjutkan tugas sebagai Regional Head Riau 2 (PKH).
Hadir dalam momen tersebut Kepala Perkebunan Agrinas Palma (KPAP) II Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Mayjen TNI (Purn.) Ibnu Triwidodo, sejumlah direktur perusahaan, serta mitra Kerja Sama Operasional (KSO).
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn.) Rudy Prasemilsa Mahks menyampaikan laporan kerja selama 7 bulan terkahir. Adapun lahan inti yang dikelola Agrinas Palma Nusantara Wilayah 2 Kalteng mencapai sekitar 19 ribu hektare.
“Sebagian besar sudah KSO, dan dari tanggung jawab kami 19 ribu hektare ini tersisa sekitar 85 hektare saja atau 0,59 persen dari enam PT. Ada 21 PT yang tidak bisa di-KSO-kan karena lahannya belum ada tanamannya atau masih berupa hutan belukar,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, selama masa kepemimpinannya, produksi buah sawit per hektare mampu meningkat hingga mencapai sekitar 1,3 ton per bulan. Ia berharap, di bawah kepemimpinan pimpinan baru, produksi tersebut dapat ditingkatkan menjadi lebih dari 1,5 ton per hektare per bulan.
Sementara itu, Pimpinan Regional Head Kalteng 2 yang baru, Mayjen TNI (Purn.) DR. Ronny Asnawi Asri, menyampaikan optimismenya dalam mencapai target produksi tersebut dengan dukungan seluruh mitra KSO.
“Sekarang di tahun 2026 ini targetnya per hektare 1,5 ton per bulan. Mudah-mudahan bisa tercapai dengan bantuan semua pihak dan juga mitra KSO,” ungkapnya.
Ia menegaskan akan melanjutkan berbagai program dan hal positif yang telah berjalan sebelumnya, serta berupaya meningkatkan kinerja dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Perkebunan Agrinas Palma (KPAP) II Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Mayjen TNI (Purn.) Ibnu Triwidodo, menyampaikan bahwa pergantian pimpinan ini diharapkan membawa dampak positif bagi peningkatan hasil dan manfaat bagi masyarakat.
“Pak Rudy ini direkomendasikan menjadi pionir dalam problem solving di Riau. Sementara Pak Ronny dengan latar belakang kariernya dan sebagai putra asli Kalimantan, serta jaringan yang luas, saya yakin mampu mengkomunikasikan permasalahan dengan arif dan bijak,” tuturnya.
Ia menambahkan, setiap langkah harus dievaluasi secara menyeluruh, termasuk capaian target mitra KSO, potensi yang dapat ditingkatkan, serta pemenuhan hak dan kewajiban seluruh pihak, termasuk Agrinas Palma Nusantara.
Lebih lanjut, Ibnu Triwidodo juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat kebijakan dari APN maupun Danantara, terkait pengajuan KSO yang masih dalam tahap kajian dan evaluasi.
“Pengajuan KSO mohon bersabar. APN sedang melakukan evaluasi kebijakan ke depan. Sementara ini kami akan mengeluarkan SPK kepada mitra dengan aturan terbatas sebagai masa transisi sebelum KSO, agar lahan atau kebun tetap terpelihara, terjaga keamanannya, dan produksi tetap berjalan serta dilaporkan,” pungkasnya.

