InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kobar, Senin (15/12), dan disambut antusias oleh para petani penerima manfaat.
Bantuan Alsintan yang disalurkan meliputi empat unit traktor roda dua rotary, dua unit mesin perontok padi, serta puluhan unit pompa air dan berbagai perlengkapan pertanian lainnya. Seluruh bantuan ini ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja kelompok tani di wilayah Kobar.
Dalam keterangannya, Bambang Purwanto menyampaikan bahwa penyaluran Alsintan ini merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam agenda penguatan ketahanan pangan nasional serta percepatan swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian.
“Bantuan Alsintan ini adalah bentuk dukungan konkret kami terhadap program Asta Cita Presiden RI, agar ketahanan pangan nasional semakin kuat melalui pertanian yang modern dan terkelola dengan baik,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan wujud komitmennya sejak awal menjabat sebagai anggota DPR RI. Tahun 2025 ini menandai tahun keenam dirinya secara konsisten memperjuangkan bantuan pertanian bagi petani di Kalimantan Tengah.
“Sejak awal duduk di DPR RI, saya berkomitmen membantu petani memiliki teknologi pertanian yang memadai. Ini sudah tahun keenam dan akan terus kami lanjutkan,” ungkapnya.
Menurut Bambang, bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian tidak hanya disalurkan di Kotawaringin Barat, tetapi juga merata di berbagai daerah lain di Kalimantan Tengah, seperti Sampit, Palangka Raya, Pulang Pisau, dan wilayah lainnya.
“Distribusi Alsintan ini kami lakukan secara merata di Kalteng, agar peningkatan produktivitas pertanian bisa dirasakan oleh seluruh daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang menilai bahwa setelah kebutuhan Alsintan terpenuhi, perhatian ke depan harus diarahkan pada penyediaan bibit unggul. Ia mendorong Kementerian Pertanian untuk meningkatkan riset dan pengembangan varietas unggul guna mendongkrak hasil panen petani.
“Produksi padi kita masih stagnan di kisaran 5,2 ton per hektare. Dengan bibit unggul, kita optimistis bisa meningkat hingga 9–10 ton per hektare,” ujarnya.
Ia berharap, modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penggunaan bibit unggul mampu menjadikan sektor pertanian lebih menjanjikan dan menarik minat generasi muda untuk terjun langsung ke dunia pertanian.
“Pertanian yang modern dan produktif akan membuka peluang besar bagi generasi muda. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional,” pungkas Bambang.
