Berawal dari Rp 25 Juta Sisa Kegagalan, Muhammad Asary Mengubah Pagi di Pangkalan Bun Menjadi Gerakan Ngopi yang Menginspirasi
Joko Hardyono, Palangka Raya
Di balik aroma kopi yang mengepul setiap pagi di A’long Space, ada cerita tentang seorang anak muda dari Kumai yang menolak menyerah pada keterpurukan. Muhammad Asary, pengusaha muda asal Kotawaringin Barat, merangkai kembali mimpinya dari serpihan kegagalan yang sempat mematahkan langkah.
Sebelum A’long Space lahir, tahun 2019 ia sempat menjalankan usaha Mie Abang Ading. Namun seperti “umur jagung” yang cepat berlalu, bisnis itu tumbang lebih cepat dari harapannya. Cabang yang ia bayangkan tak pernah terwujud, dan yang tersisa hanya tekad serta modal sekitar Rp 25 juta jumlah yang baginya cukup untuk mencoba sekali lagi.
“Modal Rp 25 juta itu kita mencoba memulai usaha lagi, entah berhasil atau tidak urusan belakangan,” ujar Asary, Jumat malam (12/12).
Pada masa itu, Pangkalan Bun belum seramai hari ini dalam hal kultur ngopi. Cafe bermunculan, tetapi kebanyakan baru membuka pintu saat matahari sudah tinggi. Sedangkan Asary adalah penikmat kopi pagi dan di situlah ia melihat celah.
Terinspirasi dari budaya ngopi pagi di Pontianak, ia memutuskan untuk menjadi pionir membuka warung kopi yang buka sejak pagi. Tekad itu lahir bukan dari ambisi besar, melainkan dari naluri bertahan hidup.
“Usaha ini niatnya hanya untuk bertahan hidup. Karena usaha sebelumnya bangkrut, uang di tabungan kalau disimpan tidak akan berkembang,” ungkap lulusan S2 tersebut.
Usaha pertamanya, Kopi Along, yang ia buka dengan menyewa ruko di Jalan Malijo, tak berumur panjang. Pandemi Covid-19 datang, memaksa pintu usahanya tertutup selama bertahun-tahun. Namun saat banyak orang memilih berhenti, Asary memilih menata ulang langkah pada awal tahun 2022.
Usai pandemi, ia kembali membuka usahanya, kali ini dengan sentuhan yang lebih hangat. Ia beralih dari menyewa ruko ke menyewa rumah, menghadirkan konsep warung kopi semi cafe dengan suasana rumahan. Pelanggan yang masuk seolah seperti mampir ke rumah teman dengan suasana yang santai, akrab, dan nyaman.
“Dulu namanya Kopi Along dengan konsep kekinian dan tradisional. Kita rebranding ulang menjadi A’long Space, artinya ‘ruang A’long’ tempat orang bisa ngopi sambil kerja, bawa keluarga, teman atau mengerjakan tugas,” jelasnya.
Yang berawal dari sisa modal Rp 25 juta kini menjelma menjadi 10 outlet A’long Space di Kalimantan Tengah dan Selatan. 1 cabang di Pangkalan Bun, 2 di Sampit, 2 di Palangka Raya, 1 di Banjarbaru dan 1 di Banjarmasin. Di luar itu, ia juga mengembangkan 2 outlet roti srikaya dan 2 Kopi Aliong dalam satu grup usaha.
Lebih dari 200 karyawan ia tampung mayoritas anak muda lokal, termasuk mahasiswa yang mencari peluang pekerjaan. Omzetnya kini tembus miliaran rupiah setiap bulan.
Setelah menancapkan pengaruh di Kalimantan, Asary punya mimpi lebih jauh menjadikan A’long Space dikenal masyarakat luas, bahkan hingga mancanegara. Langkah pertama menuju mimpi itu adalah akan membuka outlet pertamanya di Pulau Bali.
A’long Space adalah bukti bahwa pagi yang sepi di Pangkalan Bun bisa menjadi awal cerita besar yang menginspirasi banyak orang.
