InfoPBUN, LAMANDAU – Untuk memperkuat kesiapsiagaan relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lamandau adakan Pelatihan Pengembangan Relawan Tahun 2025 yang digelar di aula Bappedalitbang, minggu (30/11).
Kegiatan ini dirancang untuk memperbarui pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan relawan dalam memberikan pertolongan pertama di lapangan.
Pelatihan yang berlangsung sehari ini melibatkan sekitar 30 relawan dari berbagai wilayah dan latar belakang profesi dan lintas generasi yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam kemanusiaan.
Pengurus PMI Lamandau, dr Norbeth, mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama PMI di daerah, “Kami ingin memastikan para relawan memiliki keterampilan yang tepat agar dapat menangani situasi darurat dengan cepat dan benar,” jelasnya.
Untuk memperkaya materi, PMI Lamandau menghadirkan instruktur dari PMI Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan memberikan pembekalan mulai dari anatomi dasar tubuh manusia, teknik resusitasi jantung paru (RJP), hingga penanganan luka dan cedera berat seperti patah tulang.
Selama pelatihan, peserta juga mengikuti praktik langsung mengenai prosedur pertolongan pertama, penilaian kondisi korban, serta teknik evakuasi aman.
Menurut dr Norbeth, pemahaman yang benar sangat penting agar tindakan yang diberikan tidak menimbulkan risiko tambahan, “Kesalahan dalam pertolongan pertama bisa membahayakan korban maupun penolong, karena itu, relawan harus dibekali kemampuan yang benar,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak relawan terlatih yang siap turun membantu masyarakat, PMI juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin bergabung sebagai relawan.
“Pelatihan seperti ini akan terus kami laksanakan setiap tahun, harapannya, PMI Lamandau semakin berkembang dan mampu memberi pelayanan kemanusiaan yang lebih baik,” tutup dr Norbeth.

