INFOPBUN, PANGKALAN BUN – Fraksi PAN–PKS DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, menyoroti masalah drainase yang kerap tersumbat di wilayah Pangkalan Bun setiap musim hujan.
Persoalan klasik tersebut kembali mencuat dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di ruang sidang DPRD Kobar, belum lama ini.
Juru bicara Fraksi PAN–PKS Reformas Agung Gumelar, menyampaikan bahwa kondisi drainase di sejumlah titik di Pangkalan Bun sering kali menyebabkan genangan dan banjir, saat intensitas hujan meningkat.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Masalah drainase tersumbat ini sudah berulang setiap tahun. Kami mendorong Dinas PUPR agar melakukan pemantauan rutin di titik-titik rawan banjir, dan segera mengambil langkah perbaikan yang terukur serta berkelanjutan,” ujar Agung Gumelar.
Ia menegaskan, penanganan drainase tidak cukup dengan tindakan sementara, seperti pengerukan musiman.
Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem saluran air yang ada, agar solusi yang diterapkan bisa bertahan dalam jangka panjang.
Menurut Agung, langkah strategis seperti peta wilayah rawan genangan, pemeliharaan berkala, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah banjir perkotaan.

