InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Cucu Sultan Kutawaringin ke-13, Pangeran Ratu Sukma Alamsyah, H. Gusti Kadran, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa saat ini. Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Saya mengajak masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat, agar tidak terprovokasi dengan kondisi yang terjadi sekarang. Mari bersama-sama menjaga Kota Pangkalan Bun tetap kondusif,” ujar Gusti Kadran saat ditemui di kediamannya, Sabtu (30/8).
Ia juga menyampaikan pesan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta anggota dewan agar benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan sebagaimana firman Allah SWT: “Janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat Allah dan Rasul-Nya yang telah dititipkan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui.”
Gusti Kadran kemudian menyinggung sejarah Kesultanan Kutawaringin. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1949, pamannya, Sultan ke-14 Sri Paduka Pangeran Ratu Kesuma Anum Alamsyah, telah menyerahkan kekuasaan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dengan harapan agar Kalimantan Tengah menjadi daerah yang aman dan sentosa.
“Kami berharap kepentingan masyarakat lebih diutamakan dibanding kepentingan pribadi maupun golongan, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa baru-baru ini, Juru Bicara Kesultanan, Gusti Ahmad Nor Salamat, telah menyuarakan keinginan keluarga besar kesultanan terkait pemenuhan hak-hak kesultanan serta hak-hak masyarakat di wilayah Kotawaringin Barat.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, kehidupan masyarakat dapat lebih sejahtera sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila,” pungkasnya.
