INFOPBUN, PANGKALAN BUN – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui juru bicaranya, Muhammad Isro Wahyudin, menyampaikan sejumlah saran dan masukan terkait infrastruktur jalan antar desa yang masih memprihatinkan dalam rapat paripurna bersama eksekutif.
Isro menyoroti kondisi jalan dari Kantor Kecamatan Pangkut menuju Desa Kerabu yang dinilai perlu segera dilakukan peningkatan.
“Masih banyak jalan antar desa yang kondisinya sangat memprihatinkan, kami berharap pemerintah daerah dapat segera melaksanakan peningkatan jalan dari Kantor Kecamatan Pangkut sampai dengan Desa Kerabu,” ujar Isro, belum lama ini dalam rapat paripurna.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga meminta perhatian khusus terhadap kondisi jalan di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng. Jalan tersebut dinilai belum layak dan perlu diprioritaskan menjadi jalan fungsional.
“Jalan Desa Karang Mulya juga masih sangat butuh perhatian. Kami meminta agar menjadi prioritas dan difungsionalkan demi menunjang aktivitas warga,” tambahnya.
Masukan lainnya mencakup usulan peningkatan jalan dan jembatan di sejumlah desa di Kecamatan Kotawaringin Lama. Beberapa desa yang disebut antara lain Desa Sumber Mukti, Suka Jaya, Lalang, Rungun, Kondang, Suka Makmur, Ipuh Bangun Jaya, Palih Baru, termasuk jembatan penghubung antara Desa Rungun dan Desa Kondang.
“Semua akses tersebut sangat vital sebagai sarana dan prasarana umum bagi masyarakat,” tegas Isro.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kobar Suyanto menyampaikan bahwa Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menindaklanjuti masukan Fraksi Gerindra sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Terkait masih banyaknya jalan antar desa yang kondisinya memprihatinkan, seperti ruas jalan dari Kantor Kecamatan Pangkut sampai dengan Desa Kerabu, Dinas PUPR sepakat untuk melakukan peningkatan jalan tersebut dan akan diprogramkan pada APBD Perubahan Tahun 2025,” kata Suyanto.
Ia menegaskan bahwa seluruh perencanaan peningkatan jalan akan tetap disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Hal ini juga berlaku untuk jalan di Desa Karang Mulya.
“Mengenai jalan Desa Karang Mulya yang juga menjadi perhatian, kami juga akan prioritaskan menjadi jalan fungsional dan akan diusulkan dalam APBD Perubahan 2025,” jelasnya.
Suyanto juga merespons usulan peningkatan akses jalan dan jembatan di Kecamatan Kotawaringin Lama. Ia mengungkapkan, peningkatan jalan Tempayung–Sumber Mukti sudah masuk dalam DPA Tahun Anggaran 2025 dengan kegiatan rekonstruksi senilai Rp 645.582.000.
“Sementara pembangunan jembatan tipe box culvert di ruas jalan Desa Lalang–Rungun juga sudah direncanakan dengan pagu anggaran Rp 663.438.000, namun masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar,” paparnya.
Pemkab Kobar akan terus mengupayakan pemenuhan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Untuk ruas jalan lainnya akan kami programkan pada APBD Perubahan Tahun 2025 dengan tetap memperhatikan kemampuan anggaran Pemerintah Daerah,” tutup Suyanto.
Masukan dari Fraksi Gerindra menjadi salah satu perhatian penting dalam penyusunan rencana pembangunan infrastruktur ke depan, demi pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

