InfoPBUN, PANGKALAN BUN – PO Yessoe Travel resmi meluncurkan dua armada bus terbaru dengan sasis tronton Scania K410CB-6X2 berstandar EURO5. Kehadiran bus ini menjadi yang pertama di Kalimantan dengan konfigurasi delapan ban dan body Karoseri Tentrem H9. Peluncuran dilakukan di kantor pusat PO Yessoe Travel, Jl. Kawitan I, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu (12/3).
Direktur Utama PO Yessoe Travel, Evy Susiana, mengungkapkan bahwa bus terbaru ini memiliki ukuran panjang 1,5 meter dibandingkan armada sebelumnya, dengan sedikit lebih tinggi dari ukuran biasanya. Salah satu fitur unggulan dari bus ini adalah kelas Grand Captain, yang terletak di atas sopir dengan kursi selonjoran (sleeper) hanya untuk dua penumpang.
“Kelas Grand Captain dilengkapi TV dan meja dengan harga tiket Rp 550 ribu untuk rute Pangkalan Bun–Banjarmasin maupun sebaliknya,” ujar Evy.
Selain Grand Captain, bus ini juga menyediakan kelas Super Eksekutif dengan enam kursi berformasi 2-1 yang lebih luas dan nyaman, serta dilengkapi TV. Sementara itu, bagian belakang bus memiliki 26 kursi dengan formasi 2-2, lengkap dengan leg rest dan foot rest agar penumpang dapat berselonjor dengan nyaman. Seluruh jok menggunakan material premium dari Rimba Kencana.
“Bus ini juga dilengkapi smoking area dan toilet. Khusus penumpang Grand Captain dan Super Eksekutif, tersedia pantry gratis berisi Pop Mie, teh, kopi, dan air panas,” tambahnya.
Untuk jadwal keberangkatan, bus dari Pangkalan Bun menuju Sampit, Palangka Raya, dan Banjarmasin beroperasi setiap pukul 14.00 WIB, sedangkan dari Banjarmasin berangkat pukul 13.00 WITA. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Yessoe Online di Play Store atau melalui agen resmi.
Komisaris Utama PO Yessoe Travel, Subahagio, berharap peluncuran bus ini mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami menghadirkan unit ini sesuai visi dan misi perusahaan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” ujarnya.
Subahagio juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak dikeluhkan penumpang, seperti jalan berlubang, bergelombang, dan sempit dengan status kelas jalan B.
“Kami berharap dengan hadirnya bus tronton ini, pemerintah setempat lebih memperhatikan kondisi infrastruktur jalan agar semakin aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
