InfoPBUN
  • HOME
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • PAWISATA
  • NASIONAL
  • LEGISLATIF
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPR RI
    • DPD RI
  • EKSEKUTIF
    • Pemprov Kalimantan Tengah
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Sukamara
  • DAERAH
    • Lamandau
    • Palangka Raya
    • Sukamara
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • PAWISATA
  • NASIONAL
  • LEGISLATIF
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPR RI
    • DPD RI
  • EKSEKUTIF
    • Pemprov Kalimantan Tengah
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Sukamara
  • DAERAH
    • Lamandau
    • Palangka Raya
    • Sukamara
No Result
View All Result
InfoPBUN
No Result
View All Result

Bulog ke Mana Saat Petani Panen dan Kementan Sudah Saatnya Memacu Produksi per Hektare Selain Buka Sawah Baru

Joko Hardyonoby Joko Hardyono
February 18, 2025
in BERITA
Bambang Purwanto: Dukungan Sistem Perpajakan yang Adil dan Pro Rakyat
Facebook
Facebook
fb-share-icon
Instagram
Tiktok

InfoPBUN, JAKARTA –Kebijakan Pemerintah menaikan harga gabah kering panen (GKP) merupakan langkah konkrit keberpihakan Pemerintah terhadap para petani padi dengan memberikan kepastian harga GKP sebesar Rp 6500 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat petani lebih bergairah karena tidak kawatir lagi akan terjadi permainan harga gabah di tingkat petani ketika panen tiba.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalteng, Bambang Purwanto menyoroti gegap gempitanya para petani nampaknya masih menjadi angan-angan. Ketika hari ini sudah mulai panen seperti di Kabupaten Pulpis wilayah Blanti GKP di harga Rp 6500 tetapi di Tahai Rp 6000. Selanjutnya di Kabupaten Kapuas wilayah Tamban Catur dan Dadahub di harga Rp 6000.

“Lantas ke mana Bulog disaat petani panen kok tidak ada gerakan turun untuk menampung gabah petani, sesuai perintah Presiden,” ujar Bambang, Senin (18/2).

Menurut Bambang, hasil panen petani saat ini bervariasi, kisaran 3,5 hingga 9 ton per hektare, berdasarkan hasil panen ini menunjukan adanya potensi untuk memacu hasil produksi per hektarenya, artinya ada peluang bisa panen 9 ton per hektar.

“Kementan mestinya menangkap peluang ini selain membuka sawah baru juga memacu produksi tiap hektare sawah petani melalui bimtek agar petani memahami bagaimana memacu produksi padi secara optimal mulai pemilihan benih yang berkualitas dan cocok, pengolahan lahan yang baik serta perlakuan tanaman yang sesuai dengan karakter benih seperti contoh petani di Tahai yang mampu produksi 9 hingga 10 ton per hektare.

Tags: Bambang PurwantoDPR RIkalimantan tengah
Previous Post

Kapolres Kobar Beri Kejutan Perpisahan untuk Pj. Bupati Budi Santosa

Next Post

Mantan Kadis Perikanan Kotawaringin Barat Jadi Tersangka Korupsi Pabrik Tepung Ikan

Facebook
Facebook
fb-share-icon
Instagram
Tiktok
Next Post
Mantan Kadis Perikanan Kotawaringin Barat Jadi Tersangka Korupsi Pabrik Tepung Ikan

Mantan Kadis Perikanan Kotawaringin Barat Jadi Tersangka Korupsi Pabrik Tepung Ikan

  • Tentang InfoPBUN
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow :

  • Tentang InfoPBUN
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow :

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • PAWISATA
  • NASIONAL
  • LEGISLATIF
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPR RI
    • DPD RI
  • EKSEKUTIF
    • Pemprov Kalimantan Tengah
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Sukamara
  • DAERAH
    • Lamandau
    • Palangka Raya
    • Sukamara

Copyright © 2026 InfoPBUN