InfoPBUN, PANGKALAN BANTENG – Polsek Pangkalan Banteng jajaran Polres Kotawaringin Barat (Kobar) tengah menyelidiki kematian AFP (29) yang ditemukan tewas dalam keadaan gandir di sebuah kandang ayam yang sudah lama tidak digunakan. Lokasi kejadian berada di Kebun Kelapa Sawit Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar, Senin (13/1).
Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto, melalui Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, korban meninggal dunia murni karena gandir. Hal ini diperkuat oleh hasil visum jenazah dari dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, yang menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Anggota kami sudah melakukan upaya melalui olah TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi. Dari keterangan para saksi, korban diketahui banyak terlilit hutang. Hal ini disebabkan kebiasaannya bermain judi online, sehingga sering meminjam uang ke berbagai pihak,” ujar Kapolres, Selasa (14/1).
Kapolres menambahkan bahwa salah satu teman kerja korban, yang bekerja di sebuah counter HP di Desa Karang Mulya, membenarkan bahwa sebelumnya korban sempat ditagih uang sebesar Rp 850.000 oleh seseorang, namun tidak dapat membayarnya.
Dari tempat kejadian, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa satu buah kain putih yang terikat simpul mati dan digunakan untuk gandir, satu lembar kaos berwarna hijau, satu lembar celana panjang, serta satu pasang sandal.
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
