InfoPBUN, YOGYAKARTA–Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar workshop peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus bagi para kontributor Multimedia Center (MMC) Kobar di Hotel Khas Malioboro, Yogyakarta, 16-17 Oktober 2024.
Workshop bertemakan “Membangun Kreativitas dan Inovasi untuk Konten Multimedia Berkualitas.” diikuti sebanyak 53 kontributor dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kobar terlibat dalam kegiatan tersebut menjadi pemateri Jurnalistik melalui bidang Pokja pendidikan dan pelatihan.
Plt. Kepala Diskominfo Kobar, Alfan Khusaini menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan teknis kepada para kontributor agar dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola komunikasi publik, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka.
“Materi yang diberikan meliputi teknik penulisan berita, pembuatan infografis, serta jurnalisme digital dasar, yang dirancang untuk menunjang kinerja mereka dalam penyebaran informasi publik,” ujar Alfan.
Menurut Alfan, pelatihan formal ini sangat penting untuk meningkatkan profesionalitas para kontributor MMC dengan semakin tingginya kebutuhan akan keterbukaan informasi publik yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018. “Para kontributor diharapkan mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan profesional,” katanya.
Mewakili Pj Bupati Kobar, Budi Santosa, Asisten III Pemkab Kobar, Syahrudin menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini, workshop ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas komunikasi dan penyebaran informasi di era digital saat ini. Pihaknha sangat mengapresiasi inisiatif dari Diskominfo yang telah menyelenggarakan acara ini, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Pentingnya kemampuan adaptasi terhadap teknologi informasi di era digital ini. Karena teknologi multimedia membuka berbagai peluang sekaligus tantangan dalam hal penyampaian informasi,” tandasnya.
Oleh karena itu, lanjut Syahrudin, workshop ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi multimedia untuk menginformasikan masyarakat secara menarik dan efektif.
“Tidak kalah pentingnya, saya ingin menekankan pentingnya etika dalam jurnalisme. Di tengah maraknya berita hoaks dan informasi yang tidak benar, para kontributor dan jurnalis harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan kebenaran. Keberadaan kita sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan oleh pemerintah,” pungkasnya.

