
InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Terdengar suara samar-samar di radio yang menyebutkan kode jaya 65, membuat Muntaha harus putar balik, dan bergegas menuju ke Mako Damkar Kobar, Jalan Iskandar Pangkalan Bun.
Seperti yang dijelaskannya, kode Jaya 65 atau J65 merupakan pertanda sakral bagi petugas damkar. Kode J65 mengisyaratkan adanya sebuah peristiwa kebakaran. Maka tak heran, apabila terdengar kata sandi ini anggota damkar nampak tergesa-gesa.
Pasalnya, sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan pemerintah, paling lambat 15 menit setelah mendapat laporan, anggota damkar dituntut harus sudah sampai di lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
“Waktu itu lagi jalan sama istri. Nah pas dapat informasi terpaksa istri saya turunkan dari motor dan langsung ngebut ke mako. Karena memang kita dituntut secepatnya sampai di lokasi kebakaran,” ucap Muntaha ditemui di sela syukuran HUT ke-104 Damkar beberapa waktu lalu.
Diceritakan Muntaha, ia bergabung dalam korps penjinak si jago merah sudah 22 tahun. Banyak pengalaman yang ia dapat. Salah satu pengalaman yang tak terlupakan baginya yaitu mobil damkar yang ia tumpangi terbalik pada tahun 2005 silam.

Saat itu, dia bersama rekannya yang lain dalam perjananan menuju lokasi kebakaran yang berada di Desa Natai Raya, tiba-tiba truk pemadam oleng. Beruntung, semua personel selamat namun mereka mengalami luka-luka di sekujur tubuh.
“Untungnya gak ada korban tapi semua anggota luka ringan dan mendapat perawatan. Kejadian sekitar tahun 2005 di Jalan Ahmad Yani pas perjalanan menuju Pangkalan Lima,” tutur dia.
Kabid Pemadam, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Dinas Damkar Kobar Dwi Agus Suhartono menyatakan bahwa menjadi anggota damkar merupakan panggila jiwa karena dituntut siaga 24 jam.
Kebakaran merupakan peristiwa yang tidak bisa diprediksi sehingga setiap waktu harus siaga ketika mendapat laporan dari masyarakat. Selain kebakaran, mereka juga menangani penyelamatan dan evakuasi hewan liar.
“Sesuai motto damkar pantang pulang sebelum api padam walaupun nyawa taruhannya. Ini selalu kita tanamkan kepada setiap anggota”
“Makanya sekalipun anggota tidak piket, kalo ada kebakaran wajib ke lokasi karena memang personel kita masih kurang,” beber dia.