InfoPBUN, MAGELANG–Cucu Pangeran Ratu Sukma Alamsyah, Sultan Kutaringin ke-13 yang juga Penasihat Masyarakat Adat Nusantara wilayah Kalimantan Tengah, Gusti Kadran menghadiri Borobudur Peace dan Prosperity Festival di Candi Borobudur, Rabu (22/5) di Magelang, Jawa Tengah.
Acara tersebut yang bertepatan dengan perayaan Hari Waisak, yang dihadiri oleh 14 duta besar negara-negara sahabat.
Menurut Gusti Kadran, acara ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan perdamaian di antara bangsa-bangsa.
“Mereka datang untuk merayakan semangat perdamaian dan kemakmuran, membawa pesan persahabatan dan kerjasama antar bangsa,” ujar Gusti Kadran, Jumat (24/5) kepada InfoPBUN.
Gusti Kadran menuturkan, festival ini juga dihadiri oleh para raja dari 43 kerajaan di Indonesia. Para raja ini diundang di bawah naungan Masyarakat Adat Nusantara, sebuah organisasi yang didirikan oleh Mangku Alam II Kanjeng Gusti Adipati Aryo.
“Organisasi ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya nusantara, serta memperkuat persatuan di antara masyarakat adat,” tuturnya.
Acara yang berlangsung di Candi Borobudur ini dipenuhi dengan berbagai kegiatan budaya, termasuk tarian tradisional, musik, dan pameran kerajinan tangan. Para undangan juga diberi kesempatan untuk berdoa bersama, mempersembahkan doa untuk kedamaian dunia di hadapan salah satu situs warisan budaya dunia yang paling bersejarah ini.
Hadir pula dalam acara ini tiga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif perdamaian dan persatuan yang diusung oleh festival ini. Kehadiran mereka menandakan betapa pentingnya acara ini dalam konteks nasional dan internasional.
Gusti Kadran menerangkan, bahwa pentingnya menjaga rasa persatuan dan perdamaian di tengah keberagaman. “Melalui acara ini, kita mengirim pesan kepada dunia bahwa Indonesia adalah tanah yang kaya akan budaya, penuh dengan kedamaian, dan siap untuk berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik,” terangnya.
Festival ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol harapan dan komitmen untuk masa depan yang lebih damai dan makmur. “Dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dari berbagai negara dan kalangan, Borobudur Peace dan Prosperity Festival berhasil menunjukkan bahwa melalui kerjasama dan saling pengertian, kita dapat mencapai cita-cita bersama untuk dunia yang lebih baik,” pungkasnya.

