InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Konflik manusia dengan buaya kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kali ini menimpa seorang kakek berusia 60 tahun, Dani. Kakek malang ini diterkam buaya pada Selasa (30/4/2024) subuh tadi saat berwudhu di sungai Terantang.
Beruntung Kakek Dani masih diberikan umur panjang. Dia berhasil selamat setelah sempat melakukan perlawanan usai digigit predator ganas tersebut. Namun nahas, Kakek Dani harus mengalami luka robek di bagian lengan kanan akibat gigitan buaya. Ia kini mendapat perawatan intensif
Salah seorang kerabat korban mengungkapkan insiden ini bermula saat Kakek Dani ingin melaksanakan Salat Subuh. Ia pun bergegas turun ke jamban yang berada di bibir sungai untuk mengambil air wudhu. Sebelum berwudhu, ia sempat memperhatikan kondisi di sekitar sungai.
“Sudah disuluh-suluh (senter) di sebelah (jamban). Setelah merasa aman baru dia berwudhu, saat membasuh muka kondisi masih aman, namun saat Kakek Dani menjulurkan tangan kanannya ke air tiba-tiba di tarik buaya ke sungai,” ungkapnya.
Di tengah kondisi panik, Kakek Dani lalu berinisiatif mencolok mata buaya. Colokan ini berhasil memaksa buaya melepaskan lengan Kakek Dani. Sembari naik ke atas daratan, kakek Dani berteriak minta tolong ke warga sekitar. Mendengar hal itu, istrinya pum bergegas menghampiri.
“Sempat ditarik ke dasar sungai, lalu dicolok abah di kedua matanya lalu dilepaskan buaya. Mendengar abah berteriak, keluar ibu ke sungai,” ujar anak korban.
Untuk itu, dengan adanya peristiwa ini, pihaknya meminta masyarakat yang lain untuk waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sungai khawatir sang buaya masih mengintai di sekitar lokasi kejadian.
