InfoPBUN, PANGKALAN BUN – Kepala PT Pelni Cabang Pangkalan Bun, Roni Abdullah, menyatakan pelaku pembacokan di Kapal Motor (KM) Awu, Sipriano Mario Docarmo (45) aksi brutal tersebut dilakukan pelaku secara spontan dan tanpa sebab.
“Kita menduga orang ini (pelaku) memiliki kelainan, karena tiba-tiba dan sebelumnya tidak ada konflik,” kata Roni di hadapan awak media, Kamis (16/11/2023).
Kata Roni, asumsi ini berdasarkan laporan ABK dan hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di dalam kapal. Sementara terkait isu perebutan tempat tidur, pihaknya juga memberi sanggahan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Karena kapal tersebut berkapasitas 1.000 penumpang, sementara kemarin penumpang yang turun di pelabuhan Panglima Utar Kumai berjumlah 775 orang,” jelas Rony Abdullah.
Ia menerangkan insiden pembacokan itu terjadi pada hari Rabu (15/11/2023) pukul 15.35 WIB saat KM Awu belayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Panglima Utar di posisi laut Jawa hendak masuk ke perairan Kumai.
“Lokasi kejadian berada di dek-4 belakang sebelah kanan. Adapun korban luka atas kejadian tersebut telah ditangani secara cepat oleh petugas kesehatan dan kru kapal dibantu oleh beberapa penumpang yang berada di lokasi kejadian”
“Jumlah korban luka akibat kejadian ini sebanyak 5 orang, tiga laki laki dan dua perempuan. Satu orang korban laki-laki meninggal dunia, sementara pelaku meninggal dunia akibat aksi massa yang marah dengan tindakan pelaku,” terangnya.
Korban yang meninggal dunia atas nama Ismail. Sementara korban luka-luka akibat sabetan senjata tajam pelaku, yakni Agnes Nabu, Petronela Bete, Syamsuddin, Devirgo Alvirgo. Kini, mereka dirawat di RSSI Pangkalan Bun.
“PT PELNI menyampaikan permohonan maaf terutama kepada korban meninggal dunia dan luka, serta kepada seluruh penumpang KM Awu atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini,” tukas dia.